05 Agustus 2006

Pasir dan Awan

Pada awan aku gantungkan angan-angan
walau kutahu
sebenarnyadia hampa
tak punya cantolan
tak punya pegangan

pada pasir kupijakkan langkah
sayang dia tak kukuh
akupun luruh

ketika ku sadari puncak itu tak pernah ada
seluruh tenaga menjadi sunyi
aku sadar
ini sia-sia
percuma


lalu kabut itu mulai lenyap
sisa embunnya terasa senyap
Ada berkas membias gelap
hitam, coklat
dan tapi pengap

Kini aku tahu nasihat dari sahabat
Jangan sesali pertemuan yang sekelebat
Tapi syukuri kesan yang dia perbuat

sementara angin terus bertiup
saatnya akal menyalakan pelita
pendarnya harus memberi warna
agar tak ada jelaga hitam di pelupuk mata

sayup-sayup angin berguman kepada pasir
"kau boleh beterbangan sesukamu
dengan tenagaku
tapi jangan karena fatamorgana
kau terlena"

(tersadar)
oh...aku disindir rupanya

akhir pekan di Serang

0 komentar: