walau kutahu
sebenarnyadia hampa
tak punya cantolan
tak punya pegangan
pada pasir kupijakkan langkah
sayang dia tak kukuh
akupun luruh
ketika ku sadari puncak itu tak pernah ada
seluruh tenaga menjadi sunyi
aku sadar
ini sia-sia
percuma
lalu kabut itu mulai lenyap
sisa embunnya terasa senyap
Ada berkas membias gelap
hitam, coklat
dan tapi pengap
Kini aku tahu nasihat dari sahabat
Jangan sesali pertemuan yang sekelebat
Tapi syukuri kesan yang dia perbuat
sementara angin terus bertiup
saatnya akal menyalakan pelita
pendarnya harus memberi warna
agar tak ada jelaga hitam di pelupuk mata
sayup-sayup angin berguman kepada pasir
"kau boleh beterbangan sesukamu
dengan tenagaku
tapi jangan karena fatamorgana
kau terlena"
(tersadar)
oh...aku disindir rupanya
akhir pekan di Serang

0 komentar:
Poskan Komentar