03 Agustus 2006

Mutiara dari Gus Mus

Ya Tuhan, aku tidak meminta ringannya beban, pundak dan kakiku saja kuatkan
(A. Mustofa Bisri)

Gus Mus, kiai asal Ponpes Raudatul Thalibin ini namanya tak saja harum di kalangan santri dan masyrakat Indonesia. Dia dikenal karena sikapnya yang kritis, teguh pendirian, istiqomah dan santun. Bahkan dengan Gus Dus yang notabene masih saudaranya itu, Gus Mus bisa berbeda sikap soal masalah-masalah politik dan kemasyarakatan.


Gus Mus juga dikenal sebagai kiai yang gemar sastra. Sering, sang kiai yang rambutnya sudah memutih tampil di televisi atau di gedung kesenian untuk membacakan sajak-sajaknya. Syairnya selalu punya ciri khas yang kuat. bahasa yang tajam, lugas namun makna. Isinya selalu tentang kisah-kisah manusia berkutat dengan lingkungan dan Tuhan.

Belajar kepada Gus Mus adalah belajar tentang hidup, tentang nilai-nilai, tentang sikap, tentang akhlak, tentang kepedulian, tentang kearifan dan tentang arti Islam dan menjadi muslim. Beruntung sekarang saya tak perlu lagi menunggu artikel yang ditulisnya di surat kabar. Saya bisa membaca hikmah, syair, humor dan buah pikirannya di situs resminya.

Belajarlah dari Gus Mus. Belajarlah....

0 komentar: